Photo Gallery of Bdg Share Vol.8 | 17 Maret 2017

Pandangan umum atau stereotipe perihal seniman & pekerja seni yang identik dengan perilaku begadang dan kehidupan yang kurang sehat, agaknya menjadi buyar setelah mendengarkan cerita seorang John Martono di Program #BdgShare Vol.8 yang digelar oleh Ruang Kolaborasa pada hari Jumat tanggal 17 Maret 2017. Dengan mengambil topik “Bagaimana Semestinya Seni Hadir & Tumbuh di Masyarakat?”, John Martono atau yang akrab disebut dengan Captain John, memulai kisah perjalanan karir seninya sejak ia kuliah di fakultas Seni Rupa ITB. Sebagai pendatang, pria gondrong kelahiran kota Batu, Malang ini tentunya hidup dan tinggal di Bandung dengan mengontrak rumah semasa kuliah. Dari situlah ia mulai melukis dan menjadikan karya lukisan muralnya sebagai kado persembahan bagi para pemilik rumah kontrakannya. Entah itu lukisan yang ia buat di tembok ataupun sekedar media tiang listrik. Tidak seperti mahasiswa kebanyakan, Captain John tidak memanjangkan rambutnya semasa kuliah. Ia justru memelihara subur rambutnya yang kribo itu setelah lulus kuliah. Nama Captain John muncul karna pada saat ia kuliah, banyak sekali kawan-kawannya yang bernama John. Untuk membedakan dengan John yang lain, tentunya sebutan Captain dirasa pas sebagai atribut nama yang melekat dalam dirinya.

Setelah lulus dari ITB, Captain John semakin serius menekuni karirnya di bidang seni lukis. Uniknya, ketika berkarya seorang Captain John hampir tidak pernah begadang. Sebelum jam 12 malam ia memerintahkan dirinya sendiri untuk istirahat. Ia mematok jam bekerja setiap harinya selama 4 jam yang bisa dilakukan secara berselang, entah pagi, siang ataupun malam hari. Sehingga mau tidak mau ia kadang menolak kehadiran kawan-kawannya yang ingin berkunjung ke studionya. Atau setidaknya kunjungan mereka mesti dibatasi waktunya. Captain John pun tidak merokok & tidak minum alkohol. Bahkan dalam seminggu ia selalu menyempatkan dirinya untuk pergi ke Gym untuk sekedar bugar, bukan ingin menjadi seperti Ade Rai ujarnya.

Captain John pun menyukai pekerjaan sosial atau pekerjaan yang melibatkan dirinya untuk berbaur dengan masyarakat. Dari mulai melukis gang sempit, gardu jaga hingga tembok-tembok kumuh yang ia lakoni demi berkolaborasi dengan masyarakat sekitar. Dari dulu, ia sangat mendambakan bahwa karya seninya bisa diapresiasi & dinikmati secara lebih dekat oleh masyarakat kelak di sebuah ruang publik. Sampai suatu saat mimpinya terkabulkan. Kang Emil, sang wali kota Bandung memintanya untuk menorehkan karyanya di Jembatan Flyover Antapani. Lukisan keramik warna warni itulah yang kini menjadi salah satu maha karya John Mart. Jembatan Pelangi kini menjadi ikon Kota Bandung sehingga tak jarang warga yang melakukan kegiatan swa foto di ruang publik tersebut. John Mart sempat berkelakar dengan berucap tidak mungkin ada orang yang “selfie” di Jembatan Kiara Condong yang hanya terlihat seperti dinding beton saja.

Akhirnya Captain John menyimpulkan bahwa salah satu cara agar seni bisa hadir & tumbuh di masyarakat adalah kita harus mulai masuk ke masyarakat itu sendiri. Berbaur dengan masyarakat, mengobrol dengan masyarakat, serta mengajak masyarakat untuk dapat bersinergi menghasilkan karya bersama. Tentunya semua hal itu membutuhkan proses. Ketika Captain John mengajak warga untuk membuat lukisan mural di Pasar Kosambi, ia pun sadar bahwa tidak bisa mengharapkan hasil karya yang sempurna. Namun ia hadir menjadi kuas dengan sentuhan terakhir yang turut menyempurnakannya. Alhasil setelah karya lukisan mural di Pasar Kosambi selesai, John Mart sering diundang makan siang oleh PKL setempat. Meski menunya hanya dengan jengkol dan sambal, ia merasa bahwa kolaborasi itu bisa membuahkan hasil. Menurut Captain John, seorang seniman atau pekerja kreatif akan dinilai oleh konsistensi karyanya. Oleh karna itu ia mengajak kita semua untuk dapat bersinergi guna menciptakan karya bersama yang dapat bermanfaat untuk Kota Bandung. Karena dengan begitulah sebuah kota akan selalu tumbuh dan merasa disayangi oleh masyarakatnya.

IMG_3589

DSCF0993

DSCF0987

DSCF1014

DSCF1016

DSCF1020

DSCF1029

DSCF1042

DSCF1056

DSCF1079

DSCF1092

DSCF1105

IMG_3670

IMG_3628

IMG_3676

Copy right (c) 2017. All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means without prior permission from Ruang Kolaborasa.

3 thoughts on “Photo Gallery of Bdg Share Vol.8 | 17 Maret 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s